Archive

Posts Tagged ‘arus listrik’

Praktikum Mengukur Kuat Arus (I) Rangkaian Seri dan Paralel


(Pustaka Fisika). Dalam pembahasan kali ini, kita akan merangkai sebuah percobaan yang bertujuan untuk mengetahui besar kuat arus listrik yang bekerja pada rangkaian seri dan paralel. Berikut setting praktikumnya:

Alat dan Bahan:

  1. Sakelar
  2. Baterai
  3. Amperemeter
  4. Lampu

Gambar: rangkaian peralatan praktikum

Langkah Kerja:

  1. Merangkai peralatan yang telah disiapkan sebelumnya, seperti yang Read more…

Medan Magnet Di Sekitar Kawat Berarus Listrik


(Pustaka Fisika). Gejala ini pertama kali dikaji oleh Hans Christian Oersted. Melalui percobaan, ia berhasil mengungkap hubungan antara listrik dan magnet. Ia berhasil membuktikan bahwa penghantar yang berarus listrik dapat menghasilkan medan magnetik.

Kumparan kawat berinti besi yang dialiri listrik dapat menarik besi dan baja. Hal ini menunjukkan bahwa kumparan kawat berarus listrik dapat menghasilkan medan magnet. Medan magnet juga dapat ditimbulkan oleh kawat penghantar lurus yang dialiri listrik. Berdasarkan hasil percobaan tersebut terbukti bahwa arus listrik yang mengaliri dalam kawat penghantar ini menghasilkan medan magnetik, atau disekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnetik.

Pada saat arus listrik yang mengalir dalam penghantar diperbesar, ternyata kutub utara jarum kompas menyimpang lebih jauh. Hal ini berarti semakin besar arus listrik yang digunakan semakin besar medan magnetik yang dihasilkan.

Gambar: penyimpangan magnet kompas

Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus listrik dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Jika arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik (I), maka arah keempat jari yang lain menunjukkan arah medan magnetik (B). Kaidah tangan kanan ini juga dapat digunakan untuk menemukan arah medan magnetik pada penghantar berbentuk lingkaran yang dialiri listrik.

Gambar: kaidah tangan kanan

Untuk mengetahui letak kutub utara dan kutub selatan yang terbentuk pada kumparan berarus listrik, dapat dilakukan dengan cara:

  1. Perhatikan arah listrik yang mengalir pada kumparan.
  2. Ujung kumparan yang pertama kali mendapat arus listrik dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan letak kutub-kutub magnet.
  3. Kemudian, genggam ujung kumparan yang pertama kali teraliri arus listrik dengan posisi jari tangan kanan sesuai dengan letak kawan pada inti besi.
  4. Apabila kawat itu berada di depan inti besi, letakkan telapak tangan menghadap ke depan, kemudian genggam kumparan yang berinti besi.
  5. Letak kutub utara magnet ditunjukkan oleh arah ibu jari, sedangkan arah sebaliknya menunjukkan kutub selatan.
  6. Jika kawat penghantar yang pertama kali teraliri arus listrik berada di belakang inti besi, maka hadapkan telapak tangan ke belakang, kemudian genggam kumparan kawat itu.
  7. Dengan cara yang sama kita dapat juga menentukan letak kutub utara, dan kutub selatan magnet.

Ternyata penghantar berarus listrik yang ditempatkan dalam medan magnet  juga mengalami gaya magnet. Hal ini ditemukan pertama kali oleh Hendrik Antoon Lorentz. Gaya Lorentz terjadi apabila kawat penghantar berarus listrik berada di dalam medan magnetik. Besar gaya Lorentz bergantung pada besar medan magnetik, panjang penghantar, dan besar arus listrik yang mengalir dalam kawat penghantar. Untuk arah aliran arus listrik tegak lurus terhadap arah medan magnet, gaya Lorentz dapat dinyatakan dengan:

F = B x I x l

Keterangan:

F = gaya Lorentz pada kawat (N)

B = medan magnet (Tesla)

I = arus listrik (A)

l = panjang kawat (m)

Gaya Lorentz sudah banyak diterapkan dalam peralatan sehari-hari, antara lain:

1. Alat bor listrik

Gambar: bor listrik

2. Blender rumah tangga

Gambar: blender

3. mikser

Gambar: mikser

3. Alat pengering rambut (Hair Dryer)

Gambar: pengering rambut

4. mesin penyedot air

Gambar: mesin air

5. mesin cuci

Gambar: mesin cuci

Prinsip kerja dari semua alat diatas adalah dengan mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.

Anda dapat juga membaca artikel fisika menarik lainnya, melalui website zakapedia.com. Admin Pustaka Fisika juga senang berkunjung ke web ini, ditulis berdasarkan prinsip menjelaskan fisika tanpa rumus.

Materi lainnya:

Bagaimana Daya listrik bekerja pada suatu alat listrik?


(Pustaka Fisika). Pernahkah anda memperhatikan peralatan listrik anda dirumah??? Semua alat itu biasanya sudah tercantum daya dan tegangan yang dibutuhkan alat itu. Misalnya, lampu bertuliskan 60 Watt/220 Volt, setrika bertuliskan 300 Watt/220 Volt, dan mesin pompa air bertuliskan 125 Watt/220 Volt. Lampu bertuliskan 60 Watt/220 Volt artinya lampu akan menyala dengan baik, jika dipasang pada tegangan 220 volt dan selama 1 detik banyaknya energi listrik yang diubah menjadi energi cahaya 60 joule. Jika lampu dipasang pada tegangan lebih besar dari 220 Volt maka lampu akan Read more…

Hukum Kirchhoff


(Pustaka Fisika). Bunyi dari hukum kirchhoff sebagai berikut:

Hukum I. Sering disebut sebagai Hukum titik cabang, yang artinya jumlah arus yang masuk suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang Read more…

Rangkaian Hambatan Listrik


(Pustaka Fisika). Secara umum rangkaian hambatan dikelompokkan menjadi rangkaian hambatan seri, hambatan paralel, maupun gabungan keduanya. Untuk membuat rangkaian hambatan seri maupun paralel minimal diperlukan dua hambatan. Adapun, untuk membuat rangkaian hambatan kombinasi seri-paralel minimal diperlukan tiga hambatan. Jenis-jenis rangkaian hambatan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, jenis rangkaian hambatan yang dipilih bergantung pada tujuannya.

Hambatan seri

Dua hambatan atau lebih yang disusun secara berurutan disebut hambatan seri. Hambatan yang disusun seri akan membentuk rangkaian listrik tak bercabang. Kuat arus yang mengalir di setiap titik besarnya sama. Tujuan rangkaian hambatan seri untuk memperbesar nilai hambatan listrik dan membagi beda potensial dari sumber tegangan. Rangkaian hambatan seri dapat diganti dengan sebuah hambatan yang disebut hambatan pengganti seri (Rs).

(Image From: yourdictionary.com)

Tiga buah lampu masing-masing hambatannya R1, R2, dan R3 disusun seri dihubungkan dengan baterai yang tegangannya V menyebabkan Read more…

Intisari Kelistrikan


(Pustaka Fisika). Dibawah ini adalah intisari dari materi kelistrikan.

A. Muatan Listrik

  • Listrik statis merupakan kumpulan muatan-muatan listrik di dalam suatu benda
  • Di dalam konduktor listrik elektron mudah bergerak bila ujung-ujung konduktor di hubungkan dengan sumber tegangan sedangkan Read more…
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers